Sabtu, 22 Oktober 2016

MASIH ADAKAH BANTAHAN TERHADAP TEORI EVOLUSI???

MASIH ADAKAH BANTAHAN TERHADAP TEORI EVOLUSI???
Apa yang pertama kali ada dalam pikiran kalian ketika mendengar kata evolusi?
Darwin?? Manusia berasal dari monyet??  Teori ini Sesat karena menimbulkan atheisme??
Jika salah satunya benar, maka silahkan meneruskan membaca tulisan ini…
            Darwin? Siapa dia? Hingga menjadi sosok yang terkenal karena teori evolusinya yang kontroversial. Sebelumnya kita harus mengetahui siapa itu Darwin karena ada pepatah tak kenal maka berkenalan terlebih dahulu. Charles Robert Darwin lahir pada 12 februari 1809. Charles Darwin dilahirkan di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, di rumah keluarganya, the Mount House. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara dari seorang dokter yang kaya, Robert Darwin dan Susannah Wedgwood.
Kakeknya, Erasmus Darwin dari pihak ayah dan Josiah Wedgwood dari pihak ibunya. Keduanya berasal dari keluarga Inggris terkemuka, keluarga Darwin-Wedgwood yang mendukung gereja Unitarian. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih berusia delapan tahun dan pada tahun berikutnya ia bersekolah di Sekolah Shrewsbury. Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert Darwin adalah ilmuwan asal negara Inggris yang menemukan hasil penelitian di pulau galapagos untuk menunjang teori evolusi. Charles Darwin disebut sebagai bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi. 
Ia mengembangkan minatnya dalam sejarah alam ketika ia mula-mula belajar ilmu kedokteran, dan kemudian teologi, di universitas. Perjalanan lautnya ke seluruh dunia selama lima tahun di atas kapal HMS Beagle tulisan-tulisannya yang berikutnya menjadikannya seorang geologis terkemuka dan penulis yang terkenal. Pengamatan biologisnya membawanya kepada kajian tentang transmutasi spesies dan ia mengembangkan teorinya tentang seleksi alam pada 1838. Karena sadar sepenuhnya bahwa orang-orang lain yang mengemukakan gagasan-gagasan yang dianggap sesat seperti itu mengalami hukuman yang hebat, ia hanya menyampaikan penelitiannya ini kepada teman-teman terdekatnya. Namun ia meneruskan penelitiannya dengan menyadari akan munculnya berbagai keberatan terhadap hasilnya.
Namun pada 1858 informasi bahwa Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan bersama tentang teori Darwin. Namun pengaruh Darwin lebih penting terhadap pemikiran agama ketimbang terhadap segi ilmu pengetahuan atau sosiologi. Pada masa Darwin dan bertahun-tahun sesudahnya, banyak penganut setia Nasrani percaya bahwa menerima teori Darwin berarti menurunkan derajat kepercayaan terhadap agama. Kekhawatiran mereka ini barangkali ada dasarnya biarpun jelas banyak sebab faktor lain yang jadi lantaran lunturnya kepercayaan beragama (Darwin sendiri menjadi seorang sekuler).
Kita sering mendengar mengenai teori evolusi Darwin, tetapi nampaknya banyak orang yang salah mengartikan ini sehingga muncul kesalahpahaman yang secara terus menerus disebarluaskan yang menyebabkan terjadinya propaganda yang dapat menguntungkan beberapa pihak. Orang sering mengatakan bahwa teori evolusi ini mengatakan bahwa nenek moyang manusia berasal dari monyet, padahal tidak sama sekali. Mungkin tidak sesingkat dan bukan seperti itu yang dimaksudkan oleh Darwin. Jika ditelusuri sedikit lebih jauh, manusia termasuk ke dalam famili Hominidae dan satu ordo dengan monyet yaitu Primata. Sefamili bukan berarti 100% sama, namun ada beberapa kemiripan ciri misalnya sama-sama mamalia yakni melahirkan dan menyusui (betina untuk hewan dan perempuan untuk manusia) selain itu juga sama-sama berjalan dengan dua kaki walaupun monyet dan sejenisnya terkadang memanfaatkan tangannya untuk berjalan.
Proses evolusi merupakan proses yang lama dan membutuhkan waktu miliaran tahun, maka waktu hidup manusia yang hanya ± 60 tahun ini terlalu pendek untuk dapat menyaksikan proses evolusi ini. Itulah mengapa kita mencari petunjuk dari catatan fosil, dengan menggali untuk mencari tulang-belulang nenek moyang kita yang sudah meninggal jutaan tahun yang lalu. Teori Evolusi juga didukung oleh banyak bukti dari berbagai cabang disiplin ilmu pengetahuan. Data dari geology, paleontology, botany, zoology, biogeography, comparative anatomy and physiology, genetics, molecular biology, developmental biology, embryology, population genetics, genome sequencing, dan banyak lagi yang semua menjurus kepada satu kesimpulan, yaitu makhluk hidup berevolusi. Bahkan, kita bisa mengobservasi langsung evolusi makhluk hidup yang memiliki siklus reproduksi yang pendek, seperti virus dan bakteri (Micro-evolution). Pengetahuan tentang evolusi virus dan bakteri ini sangat penting bagi penelitian medis. Melaluievolutionary medicine inilah para peneliti menemukan obat/vaksin untuk SARS, Flu Burung, dan bermanfaat dalam upaya penelitian obat bagi HIV.
Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Seleksi alam bukan hanya soal pertarungan dalam berebut pasangan atau makanan, tetapi juga pertahanan hidup untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, seleksi alam bukan factor penentu terjadinya evolusi, melainkan memperjelas terjadinya evolusi.
Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat biston betularia. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industrijumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya. 
Selain itu banyak yang mengatakan  bahwa Evolusi hanyalah sebuah teori, bukannya fakta. Namun perlu ditegaskan di sini bahwa teori dalam pengertian ilmiah sangat berbeda dengan teori dalam pengertian sehari-hari, dalam pengertian sehari-hari orang sering barkata "ah cuma teori", menurut mereka teori hanyalah dugaan yang sedikit atau tanpa adanya bukti. Akan tetapi dalam pengertian ilmiah, teori adalah sebuah kumpulan pernyataan yang saling berhubungan dan didukung dengan baik yang menjelaskan berbagai pengamatan dan dapat digunakan untuk membuat prediksi yang dapat diuji. Contohnya teori Bumi mengelilingi mtahari dapat diamati sebagai sebuah fakta yang tidak terbantahkan, padahal sebenarnya itu cuma murni teoritis.
Memang teori evolusi masih terdapat gap atau jarak yang belum dapat dijelaskan. Tetapi kenyataanya teori evolusi bisa menjelaskan dengan baik beberapa hal seperti spesiasi, diferensiasi, homologi, DNA dan juga organ vestiglal dalam tubuh manusia dan hewan (usus buntu dan tulang ekor). Seharusnya kalau ingin meruntuhkan teori evolusi dia harus bisa mengajukan teori baru yang menyamai keberhasilan teori evolusi dan menjelaskan gap yang terdapat dalam teori evolusi (seperti teori relativitas Einstein yang menggantikan teori mekanika klasik Newton). Hal inilah yang tidak dilakukan oleh penentang evolusi seperti Harun Yahya, dia selalu menampilkan kritikan ilmuwan terhadap evolusi tetapi tidak pernah menyajikan keberhasilan yang dicapai teori evolusi. Dia hanya mengklaim bahwa teori evolusi telah runtuh di kalangan ilmuwan.
Bicara mengenai DNA, terdapat banyak penelitian mengenai DNA ini pada era modern dengan berbagai alat yang canggih dimana termasuk ke dalam penelitian bidang Biologi Molekuler, yang mana pada tiap makhluk hidup memiliki susunan DNA yang berbeda namun tersusun dari bahan dasar yang sama yaitu basa nitrogen yang terbagi menjadi purin ( Guanin dan Adenin ) dan pirimidin (Timin dan Sitosin). Dimisalkan basa nitrogen itu tepung, kemudian dapat dijadikan berbagai macam olahan misal donat, kue tart, pisang goreng dll. Hal ini seperti firman Allah dalam QS. Fushilat ayat 53 yang berbunyi:
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Artinya:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu.
Ayat di atas lebih kurang menjelaskan bahwa terdapat pelajaran dalam diri manusia itu sendiri, bahwa sesungguhnya Al-Qur'an itu benar bagi orang-orang yang mau berpikir. DNA merupakan materi genetik yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup setiap spesies. Oleh karenanya penting dipelajari mengenai genetika ini, khususnya genetika molekuler. Karena evolusi hanya dapat dipahami dengan pemahaman terhadap genetika molekuler. Organisme tanpa mutasi adalah organisme yang DNAnya 100% sama dengan DNA orang tuanya (pada kasus aseksual) atau 100% sama dengan kombinasi DNA kedua orang tuanya (dalam kasus seksual). Dalam realitas ini hampir mustahil terjadi, apalagi pada DNA yang begitu besar. Selalu ada mutasi, dan mutasi ini kemudian diseleksi alam sehingga menjadi beraneka ragam individu, masing-masing punya kekhasan sendiri-sendiri.
Selain itu konsep evolusi juga diperlukan sebagai dasar dalam pemuliaan tanaman atau dikenal dengan tanaman transgenik, yang mana merubah susunan basa nitrogen dari aslinya, bisa dengan penambahan (penyisipan gen dari pendonor) maupun pengurangan basa nitrogen. Contohnya pada tanaman tomat, proses pelunakan tomat diperlambat sehingga tomat dapat disimpan lebih lama dan tidak cepat busuk, Gen khusus yang disebut  antisenescens  ditransfer ke dalam tomat untuk   menghambat  enzim poligalakturonase (enzim yang mempercepat kerusakan dinding sel tomat). Selain menggunakan gen dari bakteri E. coli, tomat transgenik juga dibuat dengan memodifikasi gen yang telah dimiliknya secara alami. Hal tersebut menguntungkan bagi manusia karena dapat memperlama masa simpan buah tomat.
Terdapat kesalahpahaman yang lain mengenai teori evolusi yakni teori evolusi menyatakan kalau kehidupan muncul secara kebetulan dari benda mati
Pandangan ini juga yang selalu digunakan sebagai senjata untuk melawan teori evolusi. Pandangan ini tentu saja salah, teori evolusi tidak pernah membahas asal-usul kehidupan, teori evolusi hanya membahas asal-usul keberagaman spesies. Teori yang membahas asal-usul kehidupan adalah abiogenesis. Jadi teori evolusi tidak peduli apakah kehidupan berasal dari alien atau dari monyet, begitu makhluk hidup pertama terbentuk maka dia akan berevolusi. Dari sini dapat dilihat bahwa para penentang evolusi tidak bisa membedakan teori evolusi dengan teori abiogenesis.
Penciptaan  yang hidup dari yang mati merupakan kuasa Allah swt, seperti dalam QS. Al-An'am ayat 95 yang berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ذَلِكُمُ
اللَّهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ )٩٥(
Artinya:
Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? [QS. Al-An'am: 95]
Tafsir maudhui'i mengenai ayat di atas menjelaskan bahwa Allah swt mengeluarkan kehidupan dari kematian, di alam semesta ini belum terdapat kehidupan hingga Allah menjadikan kehidupan dari kematian. Dan sejak saat itulah kehidupan keluar dari sesuatu yang mati, kemudian berubahlah atom-atom yang mati dalam waktu sekejap melalui perantara zat-zat hidup menjadi materi fisik yang hidup lalu ia berubah lagi menjadi atom-atom yang mati. Hingga suatu saat nanti semua eksistensi yang hidup ini akan berubah menjadi atom-atom yang mati.
Tafsir ayat di atas bukanlah seperti teori abiogenesis melainkan seperti pengeluaran senyawa kimia dari tumbuhan dan proses kultur jaringan yang menumbuhkan bagian tanaman yang sudah mati (lepas dari tubuh tumbuhan) menjadi individu baru yang hidup karena sel-selnya memiliki kemampuan totipotensi. Teori evolusi hanya menjelaskan mengenai spesiasi atau perkembangan makhluk hidup yang sudah ada menjadi lebih berkembang bukan penciptaan makhluk hidup seperti yang dikatakan kebanyakan orang. Misalnya awalnya sudah ada cabai, bawang, garam, kecap, nasi, dan telur kemudian dimasak menjadi nasi goreng, bukan menjelaskan bagaimana terbentuknya atau asal usul adanya cabai dll. Teori evolusi berbeda dengan metamorfosis makhluk hidup, melainkan perubahan susunan basa nitrogen seperti penjelasan sebelumnya.
Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penjelasan di atas yakni evolusi tidak menyatakan bahwa makhluk hidup harus berubah dari satu spesies menjadi spesies baru, seleksi alam bukan penyebab evolusi melainkan memperjelas terjadinya evolusi, dan terdapat hubungan erat antara genetika dengan evolusi, karena perubahan pada populasi dari generasi ke generasi merupakan evolusi yang mengindikasikan terjadinya perubahan materi genetik dan dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan. Selain itu evolusi juga berperan dalam pemuliaan tanaman maupun hewan yang memberi kemanfaatan bagi manusia. Dan juga evolusi bukanlah teori yang sesat, melainkan cara berpikir manusialah yang membuatnya menjadi sesat dikarenakan pemikiran yang dilatar belakangi oleh nafsu duniawi.
*Semoga hatinya dibuka oleh Allah untuk dapat memahami evolusi dengan baik tanpa terpengaruh isu propaganda…
*Semoga kecerdasan yang dimiliki tidak dijadikan untuk menjadi penjilat
*Semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman
Akhirun kata Wassalamualaikum. Wr. Wb






DAFTAR PUSTAKA
Donald R. Prothero, 2007. Evolution: What the Fossils Say and Why it Matters. Columbia University Press.
FG Winarno, Agustinah W (2007). Pengantar Bioteknologi. MBRIO Press.ISBN 979-3098-58-9. Hal.131-139;182
Jazuli, Ahzani Sami’un. 2005. Menjelajah Kehidupan dalam Alqur’an: Tafsir Maudhu’I atas Tema-tema Kehidupan (Al Hayah) dalam Alqur’an. Jakarta : Al ‘Itishom Cahaya Umat.
John Rennie, 2002. 15 Answers to Creationist Nonsense. America: Scientific American
Skeptics Society, 2002. Top 10 Myths About Evolution (And How We Know It Really Happened).
Timothy Rockey. 2010. The Transgenic Tomato. ILSI Research Foundation




keterkaitan antara QS. Al-Jatsiyah ayat 5 dengan ekologi tumbuhan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti tempat tinggal, dan Logos yang berarti ilmu (Zoeraini, 2003). Ekologi dapat diartikan sebagai cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan sesamanya serta lingkungannya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi merupakan sebuah studi tentang struktur dan fungsi ekosistem (alam) dengan makhluk hidup sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran unsur hara, energi, serta faktor-faktor fisik yang dan kimia lainnya yang menyebabkan keadaan sistem tersebut.
Pembahasan ekologi tidak bisa lepas dari komponen pendukungnya baik komponen biotik maupun abiotik. Komponen biotik terdiri dari hewan, manusia, dan tumbuhan sedangkan untuk komponen abiotiknya antara lain yaitu tanah, air, cahaya, suhu dll. Namun pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai ekologi tumbuhan serta faktor abiotik yang berkaitan dengannya.
Ekologi merupakan bagian kecil dari ilmu biologi, oleh karenanya suatu ilmu tidak dapat berdiri sendiri-sendiri melainkan membutuhkan ilmu yang lain untuk saling mendukung antara satu dengan yang lainnya, pembahasan ini mengenai integrasi antara ekologi tumbuhan dengan islam. Menurut pernyataan Suprayogo (2009) yang menyatakan bahwa Integrasi adalah pengembangan keterpaduan secara nyata antara nilai-nilai agama (dalam hal ini Islam) dengan ilmu pengetahuan pada umumnya. Selain memperdalam ilmu umum juga penting memperdalam ilmu agama agar keduanya berjalan seimbang seperti firman Allah dalam al-Qur'an surat At-Taubah ayat 122 yang berbunyi:
at-taubah-122.jpg
Artinya:
"Tidak sepatutnya bagi mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang), mengapa mereka tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."
Ayat di atas telah menjelaskan betapa pentingnya menuntut ilmu, oleh karenanya pengintegrasian nilai-nilai islami dilakukan dengan cara melampirkan kutipan-kutipan ayat al-Qur'an atau hadits yang relevan dengan topik atau materi pembelajaran, seperti yang telah diterapkan pada proses pembelajaran Ekologi Tumbuhan ini. Makalah ini akan mengutip satu ayat dari al-Qur'an kemudian akan dijabarkan serta diintegrasikan dengan ekologi tumbuhan.
1.2  Rumusan Masalah
Rumusan yang terdapat dalam makalah ini adalah:
1.      Bagaimana keterkaitan antara QS. Al-Jatsiyah ayat 5 dengan ekologi tumbuhan?
2.      Apa peranan siang dan malam terhadap pertumbuhan tanaman?
3.      Apa peranan air dan tanah bagi tumbuhan?
4.      Apa peranan angin bagi tumbuhan dan lingkungan sekitar?
1.3  Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui adanya keterkaitan antara QS. Al-Jatsiyah ayat 5 dengan ekologi tumbuhan
2.      Untuk mengetahui peranan siang dan malam terhadap pertumbuhan tanaman
3.      Untuk mengetahui peranan air dan tanah bagi tumbuhan
4.      Untuk mengetahui peranan angin bagi tumbuhan dan lingkungan sekitar







BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengutipan Ayat al-Qur'an beserta Artinya
Untuk mengetahui bagaimana integrasi antara nilai-nilai Islami dengan ilmu Ekologi Tumbuhan, dikutip satu ayat dalam al-Qur'an yakni QS. Al-Jatsiyah ayat 5 yang berbunyi :
images.png
Artinya :
"dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal." (QS. 45:5)
Ayat di atas lebih kurang menjelaskan mengenai pergantian siang dan malam, turunnya hujan yang menyebabkan suburnya tanah, serta angin. Dimana semuanya merupakan ciptaan Allah yang pasti memiliki tujuan, serta di dalam penciptaannya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau berfikir.
Salah satu kemukjizatan al-Qur'an ini menceritakan fenomena alam semesta yang dahulunya belum diketahui oleh manusia, hal ini jelas bahwa al-Qur'an bukan hasil karya manusia, melainkan wahyu dari Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta. Maka sudah sepatutnya dengan memperhatikan alam serta memikirkannya hendaknya menambah rasa keimanan kita kepada Allah SWT.
2.2 Pergantian Siang dan Malam
2.2.1 Pengertian dan Proses Pergantian Siang dan Malam
Pergantian siang dan malam merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT, karena silih bergantinya siang dan malam tersebut tercipta kehidupan di muka bumi, sehingga manusia mengetahui sejarah dan peristiwa yang terjadi dari masa ke masa, tanpa adanya pergantian siang dan malam kehidupan di bumi ini tidak akan berlangsung. Dapat dipahami bahwa pergantian siang dan malam ini merupakan dakwah kepada seluruh makhluk untuk beriman kepada Allah.
Pergantian siang dan malam yang terjadi setiap hari disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, karena sumber cahaya kuat di tata surya hanya ada satu yakni matahari dan yang kedua adalah karena bumi berputar pada porosnyaMenurut Ibayati (2008) menyatakan bahwa Gerakan berputar Bumi pada porosnya atau yang sering disebut rotasi Bumi, mengakibatkan permukaan Bumi yang terkena sinar Matahari berubah bergantian sejalan dengan kecepatan Bumi berputar. Permukaan Bumi yang terkena sinar Matahari akan mengalami keadaan terang atau siang dan sebaliknya, yang tidak terkena sinar Matahari akan mengalami keadaan gelap atau malam.. Arah rotasi Bumi adalah dari arah barat ke timur. Sehingga dalam hal ini, bumi akan beputar berlawanan arah dengan arah perputaran jarum jam. Keadaan ini juga mengakibatkan belahan Bumi dibagian timur mengalami waktu pagi paling awal dan juga Matahari terlihat terbit dari arah timur.
earthrotate.gif
2.2.2 Manfaat Pergantian Siang dan Malam
            1. Fotoperiodisme
Salah satu manfaat dari fenomena pergantian siang dan malam pada tumbuhan yaitu pada proses atau kejadian fotoperiodisme. Menurut (Campbell, 1999) yang menyatakan bahwa  fotoperiodisme  adalah  reaksi  fisiologis  organisme  dengan panjang siang atau malam hari berupa respon perkembangan tanaman untuk panjang relatif periode terang dan  periode gelap dan hal ini berhubungan langsung dengan waktu, baik periode terang maupun periode gelap.
Pada tumbuhan, fotoperiodisme merangsang pembungaan. Untuk beradaptasi dan merespon perubahan panjang malam dan intensitas penyinaran, tanaman berbunga (angiospermae) menggunakan  fitokrom atau kriptokrom. Keduanya merupakan protein fotoreseptor. Dalam pembagian lebih lanjut, tanaman fotoperiodik obligat benar-benar membutuhkan penyinaran yang cukup panjang atau waktu malam yang cukup pendek sebelum berbunga, sedangkan tanaman fotoperiodik fakultatif lebih mungkin untuk berbunga di bawah kondisi cahaya yang tepat, tapi akhirnya akan berbunga tanpa panjang malam (Mauseth, 2003). Berdasarkan respon tanaman terhadap panjang hari, pada beberapa jenis tanaman budidaya dapat digolongkan sebagai tanaman hari pendek (SDPs), tanaman hari panjang (LDPs), dan tanaman hari netral (DNPs) (Gardner, 1999).
            2. Fotosintesis
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis.  Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Cahaya dibutuhkan oleh tanaman mulai dari proses perkecambahan biji sampai tanaman dewasa. Jika tidak ada cahaya maka kehidupan di bumi terancam punah, begitu juga sebaliknya.
Cahaya matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Cahaya matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis. Cahaya Optimal bagi Tumbuhan Kebutuhan minimum cahaya untuk proses pertumbuhan terpenuhi bila cahaya melebihi titik kompensasinya (Wirakusumah, 2003). Oleh karenanya cahaya matahari pada siang hari sangat penting bagi kehidupan tumbuhan, bukan hanya tumbuhan tetapi juga termasuk seluruh makhluk yang ada di bumi, karena dengan terjadinya proses fotosintesis dihasilkan O2 yang diperlukan makhluk hidup untuk respirasi. Menurut (Sasmitamihardja,1996) bahwa pengurangan cahaya dapat menyebabkan pembukaan celah stomata berkurang pada kebanyakan tumbuhan. Hal ini tidak tergantung pada tanggapan stomata terhadap kenaikan CO2 di ruang antar sel akibat penurunan laju fotosintesis. Terdapat bermacam jenis tumbuhan, ada C4, C3 dan CAM yang berbeda proses fotosintesisnya, tetapi secara umum, fotosintesis terjadi seperti gambar di bawah ini:
6CO2 + 6H2O                        C6H12O6 + 6O2
                         klorofil
 
 download.jpgReaksi Forosintesis
2.3 Air dan Tanah
    2.3.1 Pengertian Air
 Air (H2O)  adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Jenis air  sendiri di bagi menjadi 2 macam yaitu air tawar dan air asin ( Philip, 2005).
gbr11.jpg
Penempatan Air sebagian besar terdapat di laut / air asin dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air dan lautan es, Air dalam objek-objek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan dan aliran air di atas permukaan tanah  (run off, meliputi mata air, muara, sungai) menuju laut ( PH Gleick, 1998).
Air yang bersih sangat penting bagi kehidupan manusia dan alam sekitar, Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Eropa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut ( PH Gleick, 1998).
     2.2.2 Pengertian Tanah
Bumi tersusun dari banyak lapisan, tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan  tumbuhan dengan menyediakan  hara  dan  air  sekaligus sebagai  penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak (Wikipedia, 2008).
Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang secara fisik yang berfungsi sebagai tempat tumbuh berkembangnya perakaran, penopang tegaknya tumbuhan, menyupali kebutuhan air, secara biologi berfungsi sebagai habitat (biota) yang berperan dalam penyediaan nutrisi bagi tanaman.
    2.2.3 Manfaat Air dan Tanah
            1. Penyedia Nutrisi bagi Tanaman
Kesuburan tanah adalah Suatu keadaan tanah dimana tata air, udara dan unsur hara dalam keadaan cukup seimbang dan tersedia sesuai kebutuhan tanaman, baik fisik, kimia dan biologi tanah (Tejowuyono, 2006).
Kesuburan tanah adalah kondisi suatu tanah yg mampu menyediakan unsur hara essensial untuk tanaman tanpa efek racun dari hara yang ada (Nursanti, 2009). kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara essensial dalam jumlah dan proporsi yang seimbang untuk pertumbuhan.
Tanah yang subur sangat baik bagi pertumbuhan tanaman karena di situlah terdapat unsur hara yang digunakan oleh tumbuhan dalam proses perkecambahan dan pertumbuhan misalnya air dan garam mineral. Selain tanah, air juga berperan sangat penting pada perkecambahan.
Biji merupakan suatu alat perkembangbiakan tumbuhan, agar biji dapat  berkecambah menjadi tumbuhan baru, maka biji memerlukan air dari lingungan. Masuknya air ke dalam biji disebut proses imbibisi, yakni proses migrasi molekul air ke suatu zat lain melaui membrane atau pori-pori kulit biji (Sari, 2012).

AIR
 
epigeal.jpg
Contoh perkecambahan epigeal
           
2. Air sebagai Pelarut
Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan  limbah.  Mikroorganisme yang ada di dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusi yang lebih rendah.
3. Air mengatur buka tutupnya stomata
Pembukaan celah stomata biasanya berkurang jika potensial air daun menurun, perubahan air biasanya disebabkan oleh kenaikan kadar absisat yang dihasilkan dalam mesofil dengan laju yang tinggi atau oleh keduanya pada potensial daun berkurang (Kimbal, 2002).
p.txt
4. Peranan air dalam proses respirasi
Tanaman yang biasa hidup di darat bila tergenang air agak lama akan terancam kehidupannya. Hal ini karena respirasi aeron terhenti sama sekali, sedangkan respirasi anaerob tak mungkin mencukupi energi yang dibutuhkan tumbuhan, serta akumulasi dari hasil akhir respirai anaerob lama kelamaan akan menjadi racun bagi tumbuhan tersebut.
2.4 Angin
2.4.1 Pengertian Angin
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah . Angin adalah udara yang bergerak   yang  diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan  tekanan  udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah. Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih  ringan sehingga naik. Apabila hal ini  terjadi , tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara  dingin di sekitarnya  mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi.  Udara menyusut menjadi lebih berat   dan turun  ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas  lagi dan naik kembali.  Aliran naiknya  udara panas dan turunnya  udara dingin ini dinamanakan  konveksi (Tjasyono, 2004).
2.4.2 Manfaat Angin bagi Tumbuhan
Angin sangat membantu dalam penyerbukan tanaman. angin akan membawa serangga penyerbuk  lebih aktif membantu terjadinya persarian bunga dan pembenihan alamiah. Sedangkan pada keadaan kecepatan angin  kencang, kehadiran serangga penyerbuk menjadi berkurang sehingga akan berpengaruh terhadap keberhasilan penangkaran benih dan akan menimbulkan penyerbukan silang.
Kartasapoetra (1993) menyatakan bahwa pemencaran konidium pada satu musim tanam tembakau di Jember didukung oleh peningkatan kecepatan angin dan penurunan kelembaban udara. Pada bulan kering maupun bulan lembab peningkatan kecepatan angin yang diikuti dengan menurunnya kelembaban udara akan mendukung pemencaran konidium. Berdasarkan data aktual untuk memencarkan konidium hanya memerlukan kecepatan angin 0,28 m/det pada suhu 25ºC.



BAB III
PENUTUP
            Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan di atas yaitu:
1.      Terdapat keterkaitan antara QS. Al-Jatsiyah ayat 5 dengan ilmu biologi, dalam hal ini ekologi tumbuhan, yakni pada ayat tersebut berisi mengenai pergantian siang dan malam, air hujan yang menyuburkan tanah, serta angin yang semuanya diciptakan Allah memiliki manfaat bagi kelangsungan hidup makhlukNya.
2.      Beberapa manfaat adanya pergantian siang dan malam bagi tumbuhan yaitu untuk fotoperiodisme dan proses fotosintesis.
3.      Beberapa manfaat air bagi tumbuhan yaitu sebagai pelarut, berperan dalam proses respirasi serta poese buka tutup stomata, dan salah satu peranan bagi tanah yaitu penyedia nutrisi serta tempat melekatnya akar.
4.      Salah satu manfaat angin bagi tanaman yaitu sebagai penyerbuk selain serangga, selain itu jga berperan dalam penyebaran benih (biji) tanaman ke tempat yang lebih jauh.


5.       
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah diakses pada tahun 2015
Campbell  N. A; Jane B. Reece; Lawrence G. Mitchell . 1999. Biology. Texas: Hill Country Books
Gardner, F.P., R.B. Pearce, dan R. L Mitchell. 1991. Physiology of Crop Plants. Jakarta: UI Press
Ibayati, Yayat et al. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Kartasapoetra, Ance Gunarsih. 1993. Klimatologi Pengaruh Iklim terhadap Tanah dan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara
Kimbal, J. W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga
Mauseth, James D. 2003. Botany : An Introduction to Plant Biology (3rd ed.). Sudbury, MA: Jones and Bartlett Learning. pp. 422–427. ISBN 0-7637-2134-4.
Nursanti, Ida dan Abdul Madjid Rohim. 2009. Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah.   Universitas Sriwijaya  Program Studi Ilmu Tanaman 
PH Gleick and associates. 1998. The World's Water: The Biennial Report on Freshwater Resources. Washington, D.C: Island Press
Philip, Ball. 2005. Water and life: Seeking the solution. Nature 436, 1084-108 doi:10.1038/ 4361084a
Sasmitamihardja, dkk., 1996, Fisiologi Tumbuhan, Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, FMIPA-ITB
Suprayogo, Imam. 2009. Paradigma pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi. Malang: UIN Press
Tejoyuwono, Notohadiprawiro et al. 2006. Pengelolaan Kesuburan Tanah dan Peningkatan Efisiensi Pemupukan. Yogyakarta: Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada. 
Tjasyono, B. 2004. Klimatologi. Bandung: ITB
Wirakusumah, S. 2003. Dasar-dasar Ekologi Bagi Populasi dan Komunitas. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
Zoeraini, Djamal Irwan. 2003. Prinsip-Prinsip Ekologi. Jakarta: PT Bumi Aksara