Sabtu, 22 Oktober 2016

MASIH ADAKAH BANTAHAN TERHADAP TEORI EVOLUSI???

MASIH ADAKAH BANTAHAN TERHADAP TEORI EVOLUSI???
Apa yang pertama kali ada dalam pikiran kalian ketika mendengar kata evolusi?
Darwin?? Manusia berasal dari monyet??  Teori ini Sesat karena menimbulkan atheisme??
Jika salah satunya benar, maka silahkan meneruskan membaca tulisan ini…
            Darwin? Siapa dia? Hingga menjadi sosok yang terkenal karena teori evolusinya yang kontroversial. Sebelumnya kita harus mengetahui siapa itu Darwin karena ada pepatah tak kenal maka berkenalan terlebih dahulu. Charles Robert Darwin lahir pada 12 februari 1809. Charles Darwin dilahirkan di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, di rumah keluarganya, the Mount House. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara dari seorang dokter yang kaya, Robert Darwin dan Susannah Wedgwood.
Kakeknya, Erasmus Darwin dari pihak ayah dan Josiah Wedgwood dari pihak ibunya. Keduanya berasal dari keluarga Inggris terkemuka, keluarga Darwin-Wedgwood yang mendukung gereja Unitarian. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih berusia delapan tahun dan pada tahun berikutnya ia bersekolah di Sekolah Shrewsbury. Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert Darwin adalah ilmuwan asal negara Inggris yang menemukan hasil penelitian di pulau galapagos untuk menunjang teori evolusi. Charles Darwin disebut sebagai bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi. 
Ia mengembangkan minatnya dalam sejarah alam ketika ia mula-mula belajar ilmu kedokteran, dan kemudian teologi, di universitas. Perjalanan lautnya ke seluruh dunia selama lima tahun di atas kapal HMS Beagle tulisan-tulisannya yang berikutnya menjadikannya seorang geologis terkemuka dan penulis yang terkenal. Pengamatan biologisnya membawanya kepada kajian tentang transmutasi spesies dan ia mengembangkan teorinya tentang seleksi alam pada 1838. Karena sadar sepenuhnya bahwa orang-orang lain yang mengemukakan gagasan-gagasan yang dianggap sesat seperti itu mengalami hukuman yang hebat, ia hanya menyampaikan penelitiannya ini kepada teman-teman terdekatnya. Namun ia meneruskan penelitiannya dengan menyadari akan munculnya berbagai keberatan terhadap hasilnya.
Namun pada 1858 informasi bahwa Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan bersama tentang teori Darwin. Namun pengaruh Darwin lebih penting terhadap pemikiran agama ketimbang terhadap segi ilmu pengetahuan atau sosiologi. Pada masa Darwin dan bertahun-tahun sesudahnya, banyak penganut setia Nasrani percaya bahwa menerima teori Darwin berarti menurunkan derajat kepercayaan terhadap agama. Kekhawatiran mereka ini barangkali ada dasarnya biarpun jelas banyak sebab faktor lain yang jadi lantaran lunturnya kepercayaan beragama (Darwin sendiri menjadi seorang sekuler).
Kita sering mendengar mengenai teori evolusi Darwin, tetapi nampaknya banyak orang yang salah mengartikan ini sehingga muncul kesalahpahaman yang secara terus menerus disebarluaskan yang menyebabkan terjadinya propaganda yang dapat menguntungkan beberapa pihak. Orang sering mengatakan bahwa teori evolusi ini mengatakan bahwa nenek moyang manusia berasal dari monyet, padahal tidak sama sekali. Mungkin tidak sesingkat dan bukan seperti itu yang dimaksudkan oleh Darwin. Jika ditelusuri sedikit lebih jauh, manusia termasuk ke dalam famili Hominidae dan satu ordo dengan monyet yaitu Primata. Sefamili bukan berarti 100% sama, namun ada beberapa kemiripan ciri misalnya sama-sama mamalia yakni melahirkan dan menyusui (betina untuk hewan dan perempuan untuk manusia) selain itu juga sama-sama berjalan dengan dua kaki walaupun monyet dan sejenisnya terkadang memanfaatkan tangannya untuk berjalan.
Proses evolusi merupakan proses yang lama dan membutuhkan waktu miliaran tahun, maka waktu hidup manusia yang hanya ± 60 tahun ini terlalu pendek untuk dapat menyaksikan proses evolusi ini. Itulah mengapa kita mencari petunjuk dari catatan fosil, dengan menggali untuk mencari tulang-belulang nenek moyang kita yang sudah meninggal jutaan tahun yang lalu. Teori Evolusi juga didukung oleh banyak bukti dari berbagai cabang disiplin ilmu pengetahuan. Data dari geology, paleontology, botany, zoology, biogeography, comparative anatomy and physiology, genetics, molecular biology, developmental biology, embryology, population genetics, genome sequencing, dan banyak lagi yang semua menjurus kepada satu kesimpulan, yaitu makhluk hidup berevolusi. Bahkan, kita bisa mengobservasi langsung evolusi makhluk hidup yang memiliki siklus reproduksi yang pendek, seperti virus dan bakteri (Micro-evolution). Pengetahuan tentang evolusi virus dan bakteri ini sangat penting bagi penelitian medis. Melaluievolutionary medicine inilah para peneliti menemukan obat/vaksin untuk SARS, Flu Burung, dan bermanfaat dalam upaya penelitian obat bagi HIV.
Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Seleksi alam bukan hanya soal pertarungan dalam berebut pasangan atau makanan, tetapi juga pertahanan hidup untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, seleksi alam bukan factor penentu terjadinya evolusi, melainkan memperjelas terjadinya evolusi.
Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat biston betularia. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industrijumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya. 
Selain itu banyak yang mengatakan  bahwa Evolusi hanyalah sebuah teori, bukannya fakta. Namun perlu ditegaskan di sini bahwa teori dalam pengertian ilmiah sangat berbeda dengan teori dalam pengertian sehari-hari, dalam pengertian sehari-hari orang sering barkata "ah cuma teori", menurut mereka teori hanyalah dugaan yang sedikit atau tanpa adanya bukti. Akan tetapi dalam pengertian ilmiah, teori adalah sebuah kumpulan pernyataan yang saling berhubungan dan didukung dengan baik yang menjelaskan berbagai pengamatan dan dapat digunakan untuk membuat prediksi yang dapat diuji. Contohnya teori Bumi mengelilingi mtahari dapat diamati sebagai sebuah fakta yang tidak terbantahkan, padahal sebenarnya itu cuma murni teoritis.
Memang teori evolusi masih terdapat gap atau jarak yang belum dapat dijelaskan. Tetapi kenyataanya teori evolusi bisa menjelaskan dengan baik beberapa hal seperti spesiasi, diferensiasi, homologi, DNA dan juga organ vestiglal dalam tubuh manusia dan hewan (usus buntu dan tulang ekor). Seharusnya kalau ingin meruntuhkan teori evolusi dia harus bisa mengajukan teori baru yang menyamai keberhasilan teori evolusi dan menjelaskan gap yang terdapat dalam teori evolusi (seperti teori relativitas Einstein yang menggantikan teori mekanika klasik Newton). Hal inilah yang tidak dilakukan oleh penentang evolusi seperti Harun Yahya, dia selalu menampilkan kritikan ilmuwan terhadap evolusi tetapi tidak pernah menyajikan keberhasilan yang dicapai teori evolusi. Dia hanya mengklaim bahwa teori evolusi telah runtuh di kalangan ilmuwan.
Bicara mengenai DNA, terdapat banyak penelitian mengenai DNA ini pada era modern dengan berbagai alat yang canggih dimana termasuk ke dalam penelitian bidang Biologi Molekuler, yang mana pada tiap makhluk hidup memiliki susunan DNA yang berbeda namun tersusun dari bahan dasar yang sama yaitu basa nitrogen yang terbagi menjadi purin ( Guanin dan Adenin ) dan pirimidin (Timin dan Sitosin). Dimisalkan basa nitrogen itu tepung, kemudian dapat dijadikan berbagai macam olahan misal donat, kue tart, pisang goreng dll. Hal ini seperti firman Allah dalam QS. Fushilat ayat 53 yang berbunyi:
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Artinya:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu.
Ayat di atas lebih kurang menjelaskan bahwa terdapat pelajaran dalam diri manusia itu sendiri, bahwa sesungguhnya Al-Qur'an itu benar bagi orang-orang yang mau berpikir. DNA merupakan materi genetik yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup setiap spesies. Oleh karenanya penting dipelajari mengenai genetika ini, khususnya genetika molekuler. Karena evolusi hanya dapat dipahami dengan pemahaman terhadap genetika molekuler. Organisme tanpa mutasi adalah organisme yang DNAnya 100% sama dengan DNA orang tuanya (pada kasus aseksual) atau 100% sama dengan kombinasi DNA kedua orang tuanya (dalam kasus seksual). Dalam realitas ini hampir mustahil terjadi, apalagi pada DNA yang begitu besar. Selalu ada mutasi, dan mutasi ini kemudian diseleksi alam sehingga menjadi beraneka ragam individu, masing-masing punya kekhasan sendiri-sendiri.
Selain itu konsep evolusi juga diperlukan sebagai dasar dalam pemuliaan tanaman atau dikenal dengan tanaman transgenik, yang mana merubah susunan basa nitrogen dari aslinya, bisa dengan penambahan (penyisipan gen dari pendonor) maupun pengurangan basa nitrogen. Contohnya pada tanaman tomat, proses pelunakan tomat diperlambat sehingga tomat dapat disimpan lebih lama dan tidak cepat busuk, Gen khusus yang disebut  antisenescens  ditransfer ke dalam tomat untuk   menghambat  enzim poligalakturonase (enzim yang mempercepat kerusakan dinding sel tomat). Selain menggunakan gen dari bakteri E. coli, tomat transgenik juga dibuat dengan memodifikasi gen yang telah dimiliknya secara alami. Hal tersebut menguntungkan bagi manusia karena dapat memperlama masa simpan buah tomat.
Terdapat kesalahpahaman yang lain mengenai teori evolusi yakni teori evolusi menyatakan kalau kehidupan muncul secara kebetulan dari benda mati
Pandangan ini juga yang selalu digunakan sebagai senjata untuk melawan teori evolusi. Pandangan ini tentu saja salah, teori evolusi tidak pernah membahas asal-usul kehidupan, teori evolusi hanya membahas asal-usul keberagaman spesies. Teori yang membahas asal-usul kehidupan adalah abiogenesis. Jadi teori evolusi tidak peduli apakah kehidupan berasal dari alien atau dari monyet, begitu makhluk hidup pertama terbentuk maka dia akan berevolusi. Dari sini dapat dilihat bahwa para penentang evolusi tidak bisa membedakan teori evolusi dengan teori abiogenesis.
Penciptaan  yang hidup dari yang mati merupakan kuasa Allah swt, seperti dalam QS. Al-An'am ayat 95 yang berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ذَلِكُمُ
اللَّهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ )٩٥(
Artinya:
Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? [QS. Al-An'am: 95]
Tafsir maudhui'i mengenai ayat di atas menjelaskan bahwa Allah swt mengeluarkan kehidupan dari kematian, di alam semesta ini belum terdapat kehidupan hingga Allah menjadikan kehidupan dari kematian. Dan sejak saat itulah kehidupan keluar dari sesuatu yang mati, kemudian berubahlah atom-atom yang mati dalam waktu sekejap melalui perantara zat-zat hidup menjadi materi fisik yang hidup lalu ia berubah lagi menjadi atom-atom yang mati. Hingga suatu saat nanti semua eksistensi yang hidup ini akan berubah menjadi atom-atom yang mati.
Tafsir ayat di atas bukanlah seperti teori abiogenesis melainkan seperti pengeluaran senyawa kimia dari tumbuhan dan proses kultur jaringan yang menumbuhkan bagian tanaman yang sudah mati (lepas dari tubuh tumbuhan) menjadi individu baru yang hidup karena sel-selnya memiliki kemampuan totipotensi. Teori evolusi hanya menjelaskan mengenai spesiasi atau perkembangan makhluk hidup yang sudah ada menjadi lebih berkembang bukan penciptaan makhluk hidup seperti yang dikatakan kebanyakan orang. Misalnya awalnya sudah ada cabai, bawang, garam, kecap, nasi, dan telur kemudian dimasak menjadi nasi goreng, bukan menjelaskan bagaimana terbentuknya atau asal usul adanya cabai dll. Teori evolusi berbeda dengan metamorfosis makhluk hidup, melainkan perubahan susunan basa nitrogen seperti penjelasan sebelumnya.
Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penjelasan di atas yakni evolusi tidak menyatakan bahwa makhluk hidup harus berubah dari satu spesies menjadi spesies baru, seleksi alam bukan penyebab evolusi melainkan memperjelas terjadinya evolusi, dan terdapat hubungan erat antara genetika dengan evolusi, karena perubahan pada populasi dari generasi ke generasi merupakan evolusi yang mengindikasikan terjadinya perubahan materi genetik dan dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan. Selain itu evolusi juga berperan dalam pemuliaan tanaman maupun hewan yang memberi kemanfaatan bagi manusia. Dan juga evolusi bukanlah teori yang sesat, melainkan cara berpikir manusialah yang membuatnya menjadi sesat dikarenakan pemikiran yang dilatar belakangi oleh nafsu duniawi.
*Semoga hatinya dibuka oleh Allah untuk dapat memahami evolusi dengan baik tanpa terpengaruh isu propaganda…
*Semoga kecerdasan yang dimiliki tidak dijadikan untuk menjadi penjilat
*Semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman
Akhirun kata Wassalamualaikum. Wr. Wb






DAFTAR PUSTAKA
Donald R. Prothero, 2007. Evolution: What the Fossils Say and Why it Matters. Columbia University Press.
FG Winarno, Agustinah W (2007). Pengantar Bioteknologi. MBRIO Press.ISBN 979-3098-58-9. Hal.131-139;182
Jazuli, Ahzani Sami’un. 2005. Menjelajah Kehidupan dalam Alqur’an: Tafsir Maudhu’I atas Tema-tema Kehidupan (Al Hayah) dalam Alqur’an. Jakarta : Al ‘Itishom Cahaya Umat.
John Rennie, 2002. 15 Answers to Creationist Nonsense. America: Scientific American
Skeptics Society, 2002. Top 10 Myths About Evolution (And How We Know It Really Happened).
Timothy Rockey. 2010. The Transgenic Tomato. ILSI Research Foundation




Tidak ada komentar:

Posting Komentar